Seperti Apa Corak Kehidupan Masyarakat di Zaman Praaksara?

Corak Kehidupan Masyarakat di Zaman Praaksara
Mengenal kehidupan manusia di zaman praaksara

Iklim dan bentuk-bentuk bumi mempengaruhi kehidupan sosial masyarakat Indonesia.

Ini langsung bisa diketahui dari corak kehidupan masyarakat Indonesia pada zaman praaksara.

Seperti namanya, Praaksara adalah waktu sebelum adanya tulisan. Periode Praaksara ini juga dikenal sebagai zaman Nirleka (zaman ketidakadaan tulisan). Di zaman ini tentunya belum memiliki mainan untuk digunakan dalam waktu luang seperti evil stick, karena lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bertahan hidup.

Dalam sejarah, periode Praaksara juga dikenal sebagai zaman prasejarah. Karena, periode sejarah dimulai ketika manusia sudah tahu cara menulis, yaitu, karena orang Sumeria dari kota Mesopotamia menemukan jejak tulisan pertama di kota Mesopotamia.

Temuan yang dikenal dengan Tulisan Paku tersebut ternyata sudah digunakan oleh bangsa Sumeria dari 3.000 tahun sebelum masehi (SM).

Nah, setelah sedikit memahami tentang masa Praaksara, di antara kalian pasti ada yang penasaran tentang bagaimana corak kehidupan masyarakat Indonesia di zaman Praaksara.

Sebenarnya, kehidupan komunitas Praaksara di nusantara tidak dapat diperkirakan dengan pasti. Karena, penelitian tentang masa ini hanya dapat didasarkan pada penemuan yang telah ditemukan dan diperiksa.

Dikutip dari Buku SMP/MTS IPS Kelas VII 2017 oleh Ahmad Mushlih, dkk, kehidupan masyarakat Indonesia pada masa Praaksara dapat dibagi ke dalam tiga masa, yakni masa berburu dan mengumpulkan makanan, masa bercocok tanam, dan masa perundagian. Berikut penjelasan lengkapnya!

1. Masa Berburu dan Mengumpulkan Makanan

Pada zaman praaksara, manusia hidup dengan nomaden, yakni berpindah-pindah dari suatu tempat ke tempat lain demi mencari sumber makanan yang lebih melimpah.

Periode kehidupan manusia berburu dan pengumpulan makanan dari pithecanthropus hingga homo sapiens sangat bergantung pada kondisi alami.

Mereka tinggal di padang rumput dengan semak-semak yang berada di dekat sungai.

Area ini juga merupakan tempat untuk hewan seperti kerbau, kuda, monyet, lembu jantan dan rusa, untuk menemukan bendungan. Hewan-hewan tersebut diburu oleh manusia sebagai bahan utama makanan.

Selain berburu, manusia juga mengumpulkan tumbuhan yang bisa mereka temui seperti keladi, ubi, buah-buahan, hingga dedaunan yang bisa dikonsumsi.

Manusia pada masa berburu dan mengumpulkan bahan makanan umumnya tidak tinggal di sebuah rumah, melainkan di dalam gua-gua yang tidak jauh dari sumber air seperti sungai yang terdapat sumber makanan seperti ikan, kerang, dan siput yang mudah untuk didapatkan.

Di zaman ini, manusia juga membutuhkan api untuk memasak dan sebagai penerangan di malam hari.

Api juga dibuat tidak instan lho, karena manusia harus menggosokkkan dua keping batu yang mengandung unsur besi, lalu percikannya di arahkan ke lumut atau rumput kering yang telah dipersiapkan.

Untuk kehidupan sosialnya, manusia di zaman praaksara hidup secara berkelompok dan membekali diri untuk menghadapi lingkungan sekelilingnya.

2. Masa Bercocok Tanam

Masa bercocok tanam merupakan periode saat manusia mulai memenuhi kebutuhan hidupnya dengan cara memanfaatkan hutan belukar untuk dijadikan ladang.

Masa bercocok tanam ini menjadi cara hidup manusia saat gaya hidup berburu dan mengumpulkan bahan makanan mulai ditinggalkan.

Di masa ini, manusia mulai memiliki kemampuan berpikir untuk menjawab tantangan atas alam. Mereka mulai memikirkan cara menghasilkan makanan dengan cara bercocok tanam.

Manusia pada masa ini menerapkan pola hidup yang menetap alias tidak pindah-pindah. Mereka mulai bisa memenuhi kebutuhan pangan mereka dengan memelihara hewan seperti sapi, kerbau, babi, dan unggas.

Untuk urusan ekonomi, manusia di zaman ini diperkirakan telah mengenal sistem pertukaran barang alias barter.

Karena tempat tinggal mereka telah menetap, orang-orang masa bercocok tanam hidup dalam kelompok dan membentuk desa-desa kecil.

Di desa-desa tersebut umumnya terdiri dari beberapa keluarga dan hidup bersama. Mereka juga menunjuk para pemimpin suku dan memiliki aturan hidup sederhana yang harus ditinggali oleh anggota mereka.

3. Masa Perundagian

Periode undang -undang adalah akhir dari prasejarah di Indonesia.

Menurut R.P. Soejono, kata dua berasal dari bahasa Bali: undagi, yang berarti bahwa itu adalah orang atau sekelompok orang atau sekelompok orang yang memiliki kecerdasan atau keterampilan jenis bisnis tertentu, misalnya, keramik, perhiasan kayu, canoa dan piedras (Nugroho Notosusanto, et.al, 2007).

Manusia Praaksara yang hidup selama waktu itu adalah ras Australia dan ras mongoloid.

Selama periode itu, manusia tinggal di desa -desa, di daerah pegunungan, dataran rendah dan di pantai dalam kehidupan yang semakin terorganisir dan dipandu.

Kehidupan masyarakat selama periode tersebut ditandai oleh pengakuan pemrosesan logam. Banyak alat yang diperlukan dalam kehidupan sehari -hari terbuat dari logam.

Kehadiran alat logam tidak selalu menghilangkan penggunaan batu.

Komunitas masih menggunakan alat yang terbuat dari batu.

Penggunaan bahan logam tidak digeneralisasi, serta penggunaan bahan batu.

Kondisi ini disebabkan oleh inventaris logam masih sangat terbatas.

Dengan keterbatasan ini, hanya orang -orang tertentu yang memiliki pengalaman untuk memproses logam. Selama periode tersebut, desa-desa lebih besar karena adanya lahan pertanian.

Desa-desa dibentuk lebih teratur dari sebelumnya. Setiap desa memiliki pemimpin yang dihormati oleh masyarakat.

Pada masa ini, ada pembagian kerja yang jelas yang disesuaikan dengan pengalaman yang lain.

Masyarakat tersusun menjadi kelompok majemuk, seperti kelompok petani, pedagang dan pengrajin.

Masyarakat juga telah membentuk aturan tradisional yang dilakukan selama generasi.

Hubungan dengan area di sekitar kepulauan mulai ada.

Warisan periode menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya.

Beberapa bentuk benda seni, tim yang hidup dan upacara menunjukkan bahwa kehidupan orang pada waktu itu sudah memiliki budaya yang tinggi.

Nah, itulah penjelasan lengkap mengenai corak kehidupan masyarakat di masa Praaksara.

Komentar

Postingan Populer